the story about my life, my son and my little family

Senin, 11 Juli 2011

Romantis Untuk Kita

ROMANTIS UNTUK KITA
(Bayu Galih Wibisono)
mungkin kita tidak akan pernah
menatap indahnya sungai Thames
membelah London
tapi aku janji memperlihatkan
indahnya gedung rektorat
dari tepi danau
selepas Maghrib di masjid UI

mungkin kita tidak akan pernah
melihat cantiknya Paris
dengan cahaya Eiffel yang romantis
tapi aku janji memperlihatkan
indahnya malam Jakarta
selepas Isya di Al Ittihad

mungkin kita tidak akan pernah
candle light dinner
di bawah langit Athena
bahkan lesehan Yogya
terasa mewah untuk kita
tapi aku janji untuk menikmati
sayur asem yang kau buat,
walau dengan campuran bumbu keringat

mungkin kita tidak akan pernah
merasakan sejuknya malam
di Istambul
tapi aku berharap dapat
merasakan lembut belaianNya
saat Tahajud bersama

tidak pula Amsterdam,
Milan,
ataupun Warsawa…
berharaplah Surga
tempat romantis untuk kita 

februari, 2003
http://bayugalih.posterous.com/meracau

Puisi ini  dibikin sama temen gw, Bayu Galih-ato yang biasa gw panggil BG, waktu jaman-jamannya dia jatuh cinta di FIB UI. Waktu puisi ini dibuat brarti gw blom masuk UI nih, tapi gw sempet baca sih nih puisi di kumpulan puisinya yang pernah dia copy-in ke gw dulu, dan ini adalah salah satu puisi favorit gw.

Waktu pertama baca nih puisi siyh gw terharu campur mellow. Entah kapan gw bisa ngerasa kesederhanaan yang begitu kaya dalam percintaan. Tapi beberapa tahun kemudian gw nemu juga. Kesederhanaan saat naik busway bareng, sama-sama jalan ke tempat baru yang bener-bener asing, sama-sama menempa siri dari orang nerd jadi orang yang lebih terbuka dan 'hidup'. Dan itu gw laluin sama suami gw. Saat itu.. Waktu kami masih sama-sama muda dan belum punya apa-apa...

But somehow things change. Akhirnya kami mengenal kemapanan dan berdiri di dalam busway,  obrolan panjang yang ga ada habisnya, berdesakan dengan penumpang lain, dan genggaman tangan saat berusaha keluar dari bis pun hilang. Berganti dengan duduk di atas motor, tanpa melihat mata satu sama lain. Naik bis jadi sesuatu yang malas kami lalui lagi. Dan kami mengejar cara bagaimana bisa ke Amsterdam, Milan atau Warsawa.

And we're change. Until I think I have no more idea who I am, and who he is.. And I really miss those kind of small romantic things..

-for my husband. I miss you..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar